BIG DATA
Disusun
Oleh:
MUHAMMAD
RIDHO FIRDAUSI
1201130375
MANAJEMEN
BISNIS TELEKOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS
TELKOM
BANDUNG
2016
All About Big Data
Big Data adalah sebuah teknologi baru di dunia teknologi
informasi dimana memungkinan proses pengolahan, penyimpanan dan analisis data
dalam beragam bentuk/format, berjumlah besar dan pertambahan data yang
sangat cepat. Pengolahan dan analisis data dalam jumlah sangat besar ini
memerlukan waktu yang relatif jauh lebih singkat dengan menggunakan Big Data
dibanding teknologi data sebelumnya, misalnya. database relational seperti
MySQL.
Ciri-ciri data
yang ditangani oleh Big Data:
1.
Jumlah nya sangat besar (Volume). Biasanya ukuran total
data dalam terabytes keatas.
2.
Pertumbuhan data sangat cepat (Velocity) sehingga data
bertambah dalam jumlah yang sangat banyak dalam kurun waktu relatif singkat.
3.
Bentuk atau format datanya beraneka ragam (Variety).
Format disini bisa berupa data dalam tabel-tabel relasional database seperti
MySQL, file text biasa, File Excel atau bentuk apapun.
Manfaat yang bisa diberikan dari Big Data antara lain
bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap dari sebelumnya karena biasanya
data yang dianalisis adalah data terstruktur misalnya data relasional database.
Karakteristik
Big Data memiliki 5 karakteristik penting yang
harus dipahami. Berikut karakteristik Big Data:
1. Data Lebih Banyak
Random sampling pada Small Data sebenarnya
adalah alternatif dari mengumpulkan dan menganalisis dataset penuh, karena
keterbatasan teknologi dan kapasitas penyimpanan. Kelemahannya adalah sampling
membutuhkan perencanaan dan eksekusi yang hati-hati serta bekerja dalam subset
membantu perusahaan mendapat apa yang dicari lebih cepat dan murah tetapi
melewatkan pertanyaan yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Big Data merupakan keseluruhan informasi, namun
ukurannya data sendiri tidak melulu besar. Contahnya saat terngukapnya
kecurangan pertandingan sumo di Jepang. Data yang digunakan bukan sampel, tapi
N=all. Setelah mengumpulkan data 64.000 pertandingan selama 11 tahun terakhir,
ternyata data tersebut hanya berukuran sama dengan file foto digital. Dengan
prisip N=all diperoleh suatu pola yang menunjukan bahwa pesumo yang lebih
membutuhkan kemenangan memiliki peluang 25% lebih besar untuk menang.
2. Berantakan (Messy)
Big data menciptakan dataset yang lebih berantakan,
namun mampu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh, meskipun tidak
terstruktur. Contohnya Google Translate, perusahaan yang bermarkas di Mountain
View, California, AS ini mengumpulkan seluruh dokumen dengan terjemahan yang
mereka bisa kumpulkan dengan kualitas yang berbeda-beda. Data yang dikumpulkan
memang berantakan namun terjemahan yang dihasilkan lebih akurat daripada sistem
yang lebih berdasarkan alogaritma, dan jauh lebih kaya (meliputi 60 bahasa).
3. Korelasi
Big Data sering memprediksi berdasarkan
korelasi, ketimbang hubungan sebab akibat. Contoh, pada awalnya Amazon.com
mengandalkan review dari suatu tim ahli “The Amazon Voice”. Kemudian mereka
menggunakan rekomendasi yang dihasilkan dari personalisasi penjualan produk
(pelanggan yang membeli produk A cenderung membeli produk B maka jika pelanggan
lain membeli produk A, Amazon akan merekomendasikan produk B). Kini sepertiga
penjualan Amazon diperoleh dari penawaran produk ke user dari hasil rekomendasi
berdasarkan personalisasi.
4. Datafikasi
Mendatafikasi suatu fenomena adalah menyimpannya
dalam format yang terkuantifikasi agar bisa ditabulasi dan dianalisis serta
menangkap informasi dan menyimpannya dalam format data yang memudahkannya untuk
digunakan kembali. Memindahkan data ke bentuk digital belum tentu
mendatafikasi.
5. Value
Mengumpulkan data adalah hal yang krusial namun
tidak cukup karena kebanyakan nilai dari data terletak pada penggunaan, bukan
kepemilikan. Dalam era Big Data, seluruh data akan dianggap berharga, bahkan
data paling sepele. Tidak seperti sumber daya lain, nilai data tidak berkurang
setelah digunakan. Biaya petimpanan digital telah berkurang setengahnya setiap
dua tahun, sementara storage density meningkat 50 juta kali dalam 50 tahun
terakhir

Tidak ada komentar:
Posting Komentar